05 Maret 2010

menetapkan tujuan

Hari ini 5 maret 2010…
ternyata masih diberikan anugerah kehidupan…
Alhamdulillah…

Hujan bagai terik, terik bagai hujan
Merasakan setiap hentakan langkah
Menikmati nikmatnya hembusan nafas
Diammu adalah berpikir, dan bicaramu selalu dengan mengingat Allah

Ada hal yang sebenarnya mengganggu pikiran saya akhir-akhir ini, hingga ingin saya hentikan langkah sejenak ( barangkali dengan tidak naik motor dan memilih berjalan kaki bisa menjadi alternatif jitu sejenak menikmati keindahan kota Semarang ) Kota eksotis yang kini menjadi pemalu untuk menunjukkan karakternya, yah semoga uang yang telah dihabiskan oleh para calon pemimpin untuk menuliskan kata-kata indah dalam wujud baliho dan poster tidak menjadi isapan jempol semata.

” Aku hanya terdiam, bersama pekatnya asap bus kota ”

Awal bukanlah akhir, Akhir bukanlah awal..

Hari-hari itu mungkin akan menjadi sesuatu yang akan selalu saya rindukan, Heroikisme ( benar ga ya tulisannya ) anak muda. Kiprah di HMIG dan ILMAGI kini telah tergantikan oleh mereka generasi hebat dibidangnya. Pengalaman organisasi yang begitu saya syukuri, meski dalam perjalanannya saya terkenal bandel dan kontroversial. Kini hanya terbesit sebuah harap, semoga langkah yang telah dijalani memberi kemanfaatan .Terima kasih untuk semuanya...
Hingga di saat injury time saya temukan rumusan masalah,

Seberapa berpengaruhkah soft skill dan hard skill dalam menuntun kehidupan seseorang ? Dan jawaban saya adalah 1% : 99%. Oke mungkin angka itu terlalu ekstrim ( 0,01 ), saya coba menyederhanakannya dengan perbandingan 0,05 saja, jadi sekarang ( 5 : 95 ).

Ada yang mau memberi tanggapan soal hal tersebut ?
Saya percaya hal tersebut, Jadi soft skill memang bukan segala-galanya tapi ”dia” bisa menjadi penentu untuk mendukung langkah-langkah yang berhubungan dengan hard skill.

So..., kemaslah hidup dengan lebih bijak, BERANI dan AKTUALISASIKAN

Bermula dari talkshow profesi gizi...

Begitu banyak yang telah terjadi, datang maupun pergi. Kakak angkatan yang satu demi satu menambahkan S.Gz di belakang namanya, Hingga kedatangan teman-teman angkatan muda dengan berbagai karakter... Sudah sejauh ini ternyata kapal itu mengarungi bahtera lautan yang luas. Bidang ilmu yang saya tekuni saat ini cukup unik, menarik dan menantang. Mengapa di atas saya tulis “bermula dari talkshow profesi gizi”, memang karena hal tersebut jua lah saya mengetahui perkembangan arahan profesi gizi di Indonesia. Ada suatu niat baik yang direncanakan oleh pejabat berkenaan dengan regulasi akan profesi gizi. Menurut saya regulasi diperlukan tapi apakah hanya itu tujuan akhirnya ? Bersyukur kalau akhirnya ada payung hukum tentang profesi gizi tetapi setelah itu ?

Hari ini semakin menantang...

Saya pandaipun tidak... Tapi saat ini saya ingin menentukan sikap, tentunya teman-teman khususnya teman-teman gizi juga berpikiran sama untuk menentukan arah kemana tujuan setelah ini. Ibu Ria dengan ide beliau berupa pendalaman gizi yang mengarah ke penyelenggaraan makanan, dan Ibu Sri Hastuti dengan semangatnya membawakan konsep-konsep Program Gizi Masyarakat...

Nah.. Kenapa profesi gizi di Indonesia hanya diarahkan ke gizi klinik saja...?
Kalo di Gizi tingkat S2 mengenal konsentrasi ketiganya... Berarti mungkin juga profesi diselenggarakan untuk ketiganya..( Klinik, Masyarakat dan Institusi )

Bagaimana kalau kita mensinkronkan konsep 5 : 95 diatas untuk membuka kunci masalah ini... Siapa lagi kalau bukan generasi muda yang mendobrak dan menciptakan inovasi-inovasi ?

Saya berpikir bahwa ini mungkin akan sulit dilakukan, karena banyak orang telah nyaman dengan kondisi yang ada. Apakah kita akan mendiamkan sesuatu yang berjalan di tempat ? Media massa kita kini sering mengekspos masalah-masalah gizi yang ada, pastinya alasan menarik popularitas semata ? tapi sebuah jambukan apa yang telah dilakukan dan dimana kita ? ”Indonesia peringkat teratas kebutaan di Asia ”.
Tetap ingin menjadikan regulasi sebagai solusi ? ( teman-teman bebas beragumentasi )

Yuk, kita buktikan. Kita buktikan kita bisa membawa perubahan... Perubahan ke arah yang lebih baik.

Bekali diri dengan kompetensi yang dibutuhkan, dengan tidak setengah-setengah. Dan Yakinkan diri bahwa kita berjuang untuk perbaikan gizi bangsa Indonesia. Untuk sekali lagi keluar dari titik nyaman dan bilang AYO !!!

Tidak ada komentar: