11 April 2012

jejak pangan dan jejakmu


Beberapa waktu yang lalu, diselenggarakan Book Fair di Kota Semarang, ada buku terbitan Kompas dengan judul Jejak Pangan (Sejarah, Silang Budaya dan Masa Depan) karya Pak Andreas Maryoto. Menurutku buku ini Gizi banget, di dalamnya bisa kita temukan cerita ilmiah, legenda rakyat  seputar Gizi dan pangan. Bisa diruntut cerita seputa Gizi dari zaman kerajaan Mataram, Armada Cheng Ho, Suku Badui, Strategi menghadapi krisis pangan ala Pak Sukarno dan Suharto, Manajemen makanan selama perang hingga penyelenggaraanmakanan saat Olimpiade disertai isu-isu hangat seperti pangan Nutrasetikal, krisis Global dan inovasi pangan lokal untuk masa depan. Nah, komplit banget kan ? #fyi : harga buku ini di book fair Rp 5000 perak.

 

Salah satu sub bab di buku ini yang mengangkat eksistensi pangan lokal di tengah Globalisasi.

Makanan Desa, Makanan Kita Sesungguhnya

Ketika melihat berbagai hidangan di meja makan, kita sangat jarang mengetahui asal usul dan riwayatnya. Globalisasi pangan telah menjadikan hidangan yang ada di meja makan terasa asing dan makin jauh asal usul bahan bakunya. “ Penjajahan” lidah telah merasuk hingga kita tidak memahami kisah komoditas yang disantap.
                Apabila mau kembali ke desa, kita akan menemukan kuliner sesungguhnya, termasuk kehadiran menu yang mungkin terasa aneh di meja makan, semisal belalang goreng ! Itulah kita sebenarnya, we are what we eat !
                Salah satu contoh adalah berbagai makanan yang ada di Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta. Kisah makanan yang disajikan di meja masih mudah didapat. Jika datang ke warung atau warga di daerah itu, kita bisa mendengar asal usul makanan hingga kisah-kisah berhubungan dengan makanan tersebut.
                Semisal keluarga Tamzil, warga Ponjong saat menghidangkan makanan lengkap untuk tamunya yang menginap dirimahnya. Meja makan penuh dengan berbagai makanan dan hampir semuanya berbahan baku lokal, nyaris tidak ada yang didatangkan dari tempat lain. Kalau toh ada yang harus didatangkan dari luar adalah garam.
                Adapun lauk yang dihidangkan sangat mungkin mengagetkan bagi sebagian orang: belalang ! Hidangan belalang memang mudah ditemukan di kebun warga. Kebun yang umumnya ditanami pohon jati – penduduk setempat menyebutnya sebagai belalang kayu. Sangat mungkin keberadaan belalang gorengini terkait dengan minimnya sumber protein hewani di daerah tersebut ketika terjadi kekeringan beberapa tahun yang lalu.
                Tempe yang ada di meja makan di keluaraga Tamzil itu,  misalnya bila diamati lebih lanjut akan kita temui banyak hal yang unik. Umumnya tempe dibungkus dengan daun pisang dan daun jati. Di kota, tempe malah dibungkus dengan plastik. Tempe di Kecamatan Ponjong umunya dibungkus dengan daun pace dan daun jati. Tali yang digunakan berasal dari pelepah pohon pisang. Pelacakan terhadap pembungkus ini menemukan kenyataan bahwa di wilayah itu memang hanya daun jati dan daun pace yang banyak ditemukan. Daun ini mungkin paling murah harganya dibandingkan dengan menggunakan daun pisang.
                Saat musim kemarau,mungkin hanya kedua jenis daun ini yang masih ada, terutama daun jati. Variasi pembungkus makanan tempe ini sangat menarik; dan sangat boleh jadi bisa menjadi bahan penelitian dalam proses fermentasi tempe.
                “Tidak ada yang aneh dari makanan-makanan lokal tersebut. Akan tetapi, karena selama ini sudah terjauhkan dari makanan-makanan dengan sumber lokal, maka menu hidangan dari pedesan semacam itu menjadi “aneh” bagi banyak kalangan, terutama di wilayah perkotaan”.  Apalagi kalau masuk supermarket, kita makin dijauhkan dari kelokalan pangan kita. Kita mudah sekali terjebak pada kemolekan globalisasi hingga sumber lokal tidak tergali. Hidangan seperti itulah yang seharusnya menjadi contoh ketahanan pangan di tingkat lokal. Mereka yang hidup di Ponjong relatif tidak tergantung pada pangan dari luar sehingga mereka memiliki kemandirian dalam pasokan pangan mereka.
                Penduduk Ponjong mengandalkan sumber pangan lokal, seperti untuk pembungkus tempe tidak menggunakan plastik. Talinya pun berasal dari pelepah pohon pisang kering. Menurut pak Budi ahli teknologi pangan “ Kekayaan kita itu perlu diangkat ketika isu soal kekurangan energi dan pemanasan global tengah diangkat ke permukaan. Kalau mereka makan mie instan yang berbahan baku terigu, bisa dibayangkan energi, bahan bakar yang dikeluarkan untuk membawa terigu ataupun gandum dari luar negeri yang berpotensi menambah pemanasan global. Beliau mengutip konsep food miles yang menghitung berapa jauh perjalanan makanan yang dihidangkan di meja makan dari sejak tempat asal bahan bakunya. Dalam rantai itu dapat dihitung berapa banyak energi yang dikeluarkan, sumber alam yang terkuras dan pencemaran yang mungkin terjadi.
                Pangan lokal yang dikonsumsi penduduk Ponjong akan mereduksi pemborosan energi dan mengurangi pencemaran. Mereka terbiasa menggunakan kayu bakar yang berasal dari kayu bungur yang ada disekitar mereka.
                Tidak ada yang aneh terkait dengan keberadaan belalang (bahan pangan lokal) dalam hidangan mereka. Keberadaan makanan jenis ini malah harus diteliti, karena bila tidak “menguntungkan” belalang goreng seharusnya sudah musnah sejak lama.
                Kemolekan globalisasi telah mengaburkan kekayaan kuliner kita. Globalisasi pangan pula telah menjauhkan hidangan di meja makan dari asal usulnya. Selama ini kita berusaha sok akrab dengan makanan yang ada di meja makan meski kita tidak pernah mengetahui asal usul mie instan, pizza, mentega, dan makanan cepat saji lainnya. Makanan itu sebenarnya adalah makanan asing di lidah yang “dipaksakan” diterima dengan alasan gengsi.
                “Menu kita sehari-hari sesungguhnya adalah berbagai jenis makanan yang sekarang masih bisa ditemukan di desa-desa”.

Menurut saya buku ini menarik untuk dibaca, terutama buat teman-teman yang konsen di bidang Gizi, khususnya mahasiswa Gizi J, Beberapa kajian ilmu di bidang Gizi dipercantik dengan cerita mengenai sejarah bangsa dan tokoh terkenal.  Ada ide-ide penelitian yang disampaikan oleh penulis secara tersirat dalam 200 halaman buku ini. Melalui buku ini kita temukan cara menikmati belajar Gizi dari sisi yang berbeda  dan motivasi untuk membawa konsep-konsep Gizi ke masyarakat. 

Selamat membaca, Selamat menulis, Selamat Berkarya !

19 Februari 2011

saya dan sepak bola

Ada kenangan manis saat bercerita tentang sepak bola, cita-cita masa muda yang penuh dengan histori. Menjadi pemain profesional bukan tujuan utama saat ini, cukuplah menjadi penggemar dan memainkannya. Sepak bola akan selalu dihati....


first
 Inilah baju bola pertamaku, butuh perjuangan untuk memintanya..haha, pilihan hidup antara taekwondo atau sepak bola. Ini hasilnya, baju bola klub as roma bernomor punggung 24 saat itu milik marco delvecchio. Bajunya sendiri udah rusak dan tak tahu dimana rimbanya sekarang. Itulah awal dimulainya saya menyukai klub as roma, yeeah.. Teman si baju bola ini adalah sepasang sepatu bola bermerek kasogi yang sampai sekarang masih tersimpan dengan rapi, enggan untuk membuangnya, atau bahkan menukarnya dengan barang paling mahal sekalipun. yes !

ssb undip semarang
 Keputusan untuk menggeluti sepak bola secara serius dimulai dengan ikut sekolah sepak bola ( SSB UNDIP ) namanya, home basenya ada di stadion Undip Tembalang. Mau lihat anak-anak kecil main bola, tengoklah kesana... Kelas 4 SD aku masuk sekolah bola.

putih - hitam, mahesa jenar
 Dua tahun menempa diri, tepatnya kelas 6, dimulai kehidupan rock n roll pemain bola. Pengalaman pertama meninggalkan rumah, sekitar 10 hari berada di Jakarta untuk mengikuti turnamen bola, Piala Campina namanya, turnamen yang diikuti oleh kesebelasan terbaik seJawa dan Bali.

smp 12 semarang
 Yang satu ini punya histori tersendiri, " memilih sekolah berdasarkan sepak bola ", haha, Yah aku masuk ke SMP 12 karena disana ada tim sepak bola yang dikelola dengan baik. Sebuah nuansa perjuangan selama duduk di bangku SMP yang selalu aku rindukan, tak akan terlupa. Meski tak pernah menghantarakan SMP 12 Semarang menjadi juara ( paling bagus perempat final ) , alhamdulillah...

different ways
Tak banyak yang terukir dari baju merah ini, hanya terpakai untuk satu kali kompetisi saja. Kompetisi PSSI Jawa Tengah untuk kelompok umur 15 tahun ( kira-kira ). Kamipun gagal melaju ke babak kedua.

X-9
Kalau yang satu ini untuk kejuaraan lokal antar kelas di SMA 4 Semarang ( kelas ji songo ). Anggap saja kebetulan, kelas pertamaku di smapa ini dihuni loeh orang-orang yang gila bola, tak urung dominasi kakak kelaspun bisa dipatahkan, hehe, meski hanya menduduki posisi 4 besar di akhir kompetisi, semua terasa indah untuk diingat.

smapa semarang

Jersey kebanggaan SMA 4 Semarang. Semangat muda menunjukkan yang terbaik di kalangan anak-anak SMA. Belum ada prestasi manis yang terukir dari kekuatan biru putih, dari kompetisi yang kami ikuti selalu terhenti di babak kedua dan ketiga. 

XI IPA 1 (  Spatu )



Tim yang tak diunggulkan di awal, ternyata mampu menunjukkan kalau mereka bisa menembus semifinal. Startegi andalannya khas Italia, bertahan untuk kemudian melakukan serangan balik. hihi, di semifinal kalah dengan IPA 6 dan kembali mengakui keunggulan IPS 2 di perebutan tempat ketiga. Teriakan suporter IPA 1 tak akan terlupa....

Ada sebuah mimpi kecil, untuk membawa Prodi Gizi Undip menjuarai sebuah turnamen sepak bola, semoga ada kesempatan disisa semester yang ada... \0/

GIZI

Hidupku terasa lebih bewarna karena sepak bola, Ilmu, teman, pengalaman, cinta kukenal karena sepak bola, bersyukur...

Dulu karena ketidaktahuan aku sempat ngampek tak mau makan karena terlalu gendut, dan kulihat itu tidak cocok untuk permainan sepak bola. Anggapan itu terpatahkan sendiri seiring berjalannya waktu, Yah sepak bola tidak hanya tentang kekuatan otot dan kecepatan lari. Ada unsur lain yang sering dilupa tetapi memegang peranan penting, GIZI, memegang peranan penting, khususnya pada pembinaan usia muda... Kini aku mencoba menguak misteri tentang gizi dan sepak bola, berharap ada kemanafaatan dikahir project yang ku lakukan...

" Berharap suatu saat nanti, aku bisa menjadi seorang profesional sepak bola, meski bukan sebagai pemain bola " amin.


18 Februari 2011

apresiasi puisi

KANGEN
karya W.S Rendra

Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku
menghadapi kemerdekaan tanpa cinta
kau tak akan mengerti segala lukaku
kerna luka telah sembunyikan pisaunya.
Membayangkan wajahmu adalah siksa.
Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan.
Engkau telah menjadi racun bagi darahku.
Apabila aku dalam kangen dan sepi
itulah berarti
aku tungku tanpa api.


Puisinya bagus, perpaduan gaya bahasa yang digunakan cukup beragam. Didukung dengan frasa-frasa yang merangsang pembaca untuk berpikir, apa makna mendalam yang ada di dalamnya...
salut dengan rendra,

Puisi sendiri popularitasnya menurun sekarang ini ( tapi bukan berarti tidak ada yang menggemarinya ), Puisi kadang hanya kita kenal saat pelajaran bahasa Indonesia. Mari kita berpuisi...

19 Januari 2011

Oleh-Oleh Praktik Belajar lapangan (PBL)


KELOMPOK 1
PBL GIZI KLINIK DI RS KARTINI JEPARA
KERAMM'S FAMILY

Sesi pertama praktik belajar lapangan gizi klinik di rumah sakit Kartini Jepara, hmmm pengalaman yang tak terlupakan, terima kasih buat pak kukuh, pak yanto, bu yuni, bu bandiah, bu is, pak enggar, pak agus, pak akhsan dan semua keluarga besar instalasi gizi RS Kartini. Pengalaman pertama bersama keramm's ( keluarga kera manis manja )


KELOMPOK 1
PBL GIZI INSTITUSI DI RS KARIADI SEMARANG
KERAMM'S FAMILY

Bersama keluarga besar Instalasi Gizi RS Kariadi, hmmm..pengalaman kedua praktik gizi institusi. Tugasnya banyak sekali..hehe.. terima kasih untuk semuanya. Terima kasih pak Darmono, bu Tiurma dan Bu Pur dan seluruh bagian instalasi gizi atas bimbingannya.



KELOMPOK 1
PBL GIZI MASYARAKAT DI P2UKM MLONGGO JEPARA
KERAMM'S FAMILY

Ini dia sesi pamungkas berpraktik lapangan dengan keramm's family. PBL masyarakat di desa mororejo. Kesan yang mendalam akan sambutan warga Jubel dan Krajan. Ucapan terima kasih spesial buat keluarga bapak Jamasri ( buat adik-adik jangan rindukan kepulangan kami..hehe ). Sesi foto setelah presentasi laporan akhir...hmmm serasa beban berkurang.. Makasih pak her, pak sulchan, pak nurkukuh, pak bambang, pak nuryanto, dan semua pembimbing dari puskesmas mlonggo. Senyum hangat untuk seluruh warga Mororejo.

Penasaran dengan nama Keramm's family ? tunggu coretan selanjutnya...hip hip

04 Oktober 2010

esensi sebuah harga diri

Esensi Sebuah Harga Diri

Entah mengapa hari ini hasrat untuk menulis saya muncul, bak pemain sepak bola yang ditawari pelatih untuk membela Tim Nasional, tak ada keraguan yang tersisa. Ya saya tulis, Saya pakai kostum itu…Masa-masa sekolah yang saya jalani, membekas bagai alunan melodi kres mol, romantika kehidupan rock and roll anak kampung yang belajar dewasa dari sudut pandang sistem belajar mengajar sekolah umum.
Tiba-tiba saya teringat akan perdebatan dengan guru ketika duduk di bangku sekolah dasar kelas 4. Saat itu saya mempertahankan argumen bahwa jawaban saya masih bisa dikategorikan benar. Ya sebenarnya salah, karena saya menulis hari Minggu hanya dengan Mingu. Ketika mempertahankan argumen hasil mencangkok di pelajaran biologi saat SMP kelas 3. Penggunaan jenis kaca spion di sepeda motor saat pelajaran Fisika kelas X. Hingga kejadian paling heroik ketika saya berpendapat bahwa “ salah satu penyebab jerawat adalah karena kacang tanah “ tanpa refrensi dan berpikir panjang “ hanya berdasar kenyataan “ saat duduk di semester 1. Sosok guru di atas mempunyai caranya masing-masing dalam menanggapi aksi muridnya. Ada yang kolot dan cukup mengatakan itu tidak benar tanpa memberikan alasan, ada yang menertawakan, tanpa memberi pembenaran, tetapi ada juga yang justru melempar pertanyaan untuk menggali lebih dalam akan pemahaman anak didiknya, hingga akhirnya sang murid dapat memahami pendapatnya yang kurang tepat. Diambilnya sosok guru karena menurutku beliau adalah tokoh yang mampu berperan bijak, bijak dalam pembawaannya, bijak dalam berbagi ilmu, dan bijak sebagai seorang teman.

Dalam kelebihan, kekurangan, hak dan kewajiban seseorang terdapat amanah yang harus dipertanggungjawabkan ” ( 3K + 1 H )

Siapa kita ? dan Berapa harga kita ?
Mencoba berbijak dengan berkata ” di atas langit masih ada langit ”, ah kuno... ( hehe maksudnya apa ni, ngajak gelut . red : bertengkar ).
ada konsep baru ,
” kamu + saya = perubahan ke arah lebih baik ”

” Ini bukan tentang siapa yang lebih hebat...” ” tapi bagaimana kita bisa saling mengisi ”

Saat diam karena lamunan, kucoba berkreasi dengan pikiran aneh...

Introvert versus ekstrovert
Dalam perjalanan berkawan, saya menyimpulkan orang yang dikatakan introvert sebenarnya mempunyai potensi menjadi ekstrovert lebih besar. Dalam hal ini butuh keberanian untuk bertanya siapa diriku ? dan tentunya keluar dari titik normal. Diri sendiri memegang peranan penting disini. Berkaitan dengan keberhasilan adaptasi yang dia lakukan. Peran orang lain.. kamu yang lebih tau…

Berkata sopan dan tegas
Tak selamanya berkata manis dan tertata rapi membawa keberhasilan dalam berkomunikasi. Intinya ? kunci tujuannya, atur kata kuncinya, dan sederhanakan pilihan katanya.

Pasif dan Aktif
Sebenarnya diselesaikan atau tidak, masalah itu akan berlalu dengan sendirinya. Apakah kita akan mempercepat prosesnya atau hanya menunggu kepastian tanpa ujung... Yang pasti ada peluang di dalam suatu masalah. ( Awas kalau memencing di air keruh ..! )

Membenarkan bukan berarti tidak kritis
Dari pada berkumpul hanya untuk ” membenarkan pendapat yang mungkin belum tentu benar ” dan memposisikan kata ’ ya, setuju ’ hanya sebagai euforia untuk dihargai dalam kelompok, lebih baik kamu izin dan naik gunung saja... ”

Populer atau Berarti
Sama-sama mempunyai kesempatan untuk memiliki banyak teman atau relasi. Apakah perbedaannya ? ” hadirmu memberikan kemanfaatan, dan ketiadaanmu membangkitkan semangat untuk mandiri ”


Dan akhirnya...
Berbagai tingkat kehidupan akan menempa kita untuk makin arif dan bijaksana dalam menanggapi dan memaknai problematika hidup yang ada. Sadarkah, bahwa kita adalah guru bagi diri kita sendiri...? ” ada satu bagian dalam tubuh manusia, yang apabila dia baik maka baiklah semua fungsi yang ada dalam tubuh dan begitu pula sebaliknya ” Tetapi jangan pernah lupa, akal dan memori memegang peranan penting dalam menyikapi suasana hati yang kita alami. Mari terus belajar... Mari mengembangkan diri... Mari isi hari-hari ke depan kita dengan pengalaman yang lebih berdebu... Mari berbagi... Sebarkan nuansa positif kehadiranmu...!!! R.O.C.K

” Esensi sebuah harga diri bukan ketika kita mampu diterima oleh semua kalangan, tetapi saat kita mampu mengoptimalkan 3K + 1 H pada kondisi yang tepat ”


Happy is a life with history...

…Ini saatnya kita menentukan langkah baru, berwarna dan berdebu…
( bondan p & fade 2 black )

17 Juni 2010

info kuliah konseling 2010

Teman-teman,
yang "dahaga" akan informasi tentang kuliah Konseling Gizi..
disinilah tempatnya...

di bawah ini terdapat beberapa link yang berisi tentang materi-materi kuliah konseling, buat teman-teman yang berminat bisa mengunduhnya...


Silabus, format laporan dan teman-temannya ada di alamat ini.. :
tentang kuliah KGE bentuk word.rar

materi kuliah GGK, kanker dan HIV, bisa ditengok di sini..:
HO KGE gagal ginjal kanker HIV dan pjk.rar

Materi kuliah obesitas dan DM, ada dimari :
HO KGE obesitas dan diabetes mellitus.rar

Materi Tumbuh Kembang Anak dan Responding....ikut :
HO KGE TKA dan responding.rar

Informasi Tambahan...^,^

Pertama,
Pengumpulan tugas pengamatan kegiatan konseling,
Paling lambat Sabtu, 19 Juni 2010
Kormat menunggu di depan kantor prodi gizi InsyaAllah dari pukul 09.00 - 10.00 WIB
Keterlambatan berarti denda...hahaha
laporan dikumpulkan dalam bentuk : dokumentasi kegiatan ( video, audio, foto, dll ) + soft laporan dimasukkan ke dalam CD. dan disertai juga 1 ( satu ) foto kopi laporan pengamatan.
Perhatikan hal-hal yang terdapat di "format laporan"

Kedua,
Materi Ujian dari awal perkuliahan ya... ( Semua materi, dari bapak Priyadi, Bu Etika dan Bu Dini )
Bentuk Soal : Pilihan Ganda dan Uraian...


Ketiga,
Ujian praktik konseling gizi InsyaAllah akan diadakan pada tanggal 30 Juni 2010 ( LAB BAHASA ) .. duh maaf list materinya ketinggalan, besok ditambahkan..


Keempat,
Tetap bugar tetap semangat, berdoa dan senyum...



terima kasih...

tambahan informasi : hubungi saja..Pic's kormat...

Salam hangat,

KORMAT KGE 2010

12 Mei 2010

bersyukur

Bersyukur masih kurasakan dekatnya kehadiranMu dihatiku…
Bersyukur masih Kau anugerahkan kehidupan setelah dosaku…
Bersyukur masih kurasakan pahitnya kehidupan karena nikmatMu…
Bersyukur pagi ini masih kulihat senyum ibuku…
Bersyukur beliau menginginkanku membantu pekerjaannya…
Bersyukur masih sering kuterima sindiran dari ibu…
Bersyukur masih kurasakan obrolan lelaki dengan bapakku...
Bersyukur masih bisa berbagi pengalaman dengan adikku...
Bersyukur kulihat sehatnya nenekku...
Bersyukur kuterima kritik membangun dari kakekku...
Bersyukur adanya sapaan hangat dan senyum dari tetanggaku...
Bersyukur bisa kunikmati hijaunya hijau dedaunan...
Bersyukur bisa kurasakan nikmatnya dan dalamnya nafas ini...
Bersyukur masih kudengar kebahagiaannya...
Bersyukur masih bisa kurasakan solidaritas dengan berjabat...
Bersyukur masih kurasakan ayiknya panas dan dingin...
Bersyukur Kau langkahkan niatku dengan kakiku...
Bersyukur kuraskan manis permen pemberian temanku...
Bersyukur kudapatkan senyuman dari kekuranganku...
Bersyukur kudapatkan kritikan dari kelalaianku...
Bersyukur masih ada yang tertawa karena ketidaklucuan candaku...
Bersyukur ada perhatian dari keanehan gayaku...
Bersyukur masih bisa kurasakan kekritisan dosenku...
Bersyukur kudapatkan keramahan dalam capek parasmu....
Bersyukur ada yang mendekat dalam diamku...
Bersyukur kurasakan kekaguman kepada ciptaanMu...
Bersyukur kesempatan berbagi ide dengan rekanku...
Bersyukur kunikmati dua wafer dan air kemasan saat laparku...
Bersyukur kurasakan senyum dalam kesibukanmu...
Bersyukur tak kau ubah sikapmu dalam pergaulan denganku...
Bersyukur kurasakan lembutnya hujan yang membasahi kotaku...
Bersyukur bisa kubaca buku-buku tua yang menemani semangatku...


Bersyukur Engkau izinkan hamba memikirkan nikmatnya skenario kehidupanMu...

ryouyaku wa, kuchi ni nigashi

06 Maret 2010

Mendongkrak Konsumsi Susu dengan Yoghurt

Mendongkrak Konsumsi Susu dengan Yoghurt

Makanan sehari-hari yang dipilih dengan baik akan memberikan semua zat gizi yang dibutuhkan untuk fungsi normal tubuh. Sebaliknya, bila makanan tidak dipilih dengan baik, tubuh akan mengalami kekurangan zat-zat gizi esensial tertentu. Zat gizi esensial merupakan zat gizi yang harus didatangkan dari makanan. Baik yang akan memberikan manfaat berupa pembentukan energi, pertumbuhan, pemeliharaan jaringan tubuh dan mengatur proses tubuh oleh kandungan yang ada di dalam bahan makanan seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral.1
Menurut Ditjen Peternakan (2004) bahwa konsumsi pangan hewani sebesar 86,9 gr/kapita/hari dari target 150 gr/kapita/hari, yang berasal dari komoditi peternakan sebesar 36,5 gr/kapita/hari (42 %). Hal ini memperlihatkan konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia masih cukup rendah. Data konsumsi susu di Indonesia ternyata memperlihatkan kecenderungan yang sama, data yang dirilis produsen susu Tetra Park ternyata hanya 9 juta liter/kapita/tahun. Bandingkan dengan konsumsi susu negara Malaysia yang mencapai 25,4 liter/kapita/ tahun atau Vietnam yang mencapai 10,7 liter/ kapita/tahun. Data dari produsen Frisian Flag menyebutkan bahwa hanya 80 % anak Indonesia yang mengkonsumsi susu dan dari kenyataan tersebut hanya 10 % saja yang mengkonsumsi susu hingga usia 10 tahun.2 Padahal susu terutama susu sapi perah menjadi salah satu sumber protein hewani yang kandungan gizinya hampir sama dengan kualitas ASI.3 Mengkonsumsi susu sapi merupakan usaha yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan gizi, sehingga dapat menunjang aktifitas kita sehari-hari.
Beberapa jenis olahan susu sapi yaitu : susu full krim, rendah lemak, skim, evaporasi, tinggi kalsium, UHT dan pasteurisasi. Salah satu jenis produk yang bisa dilirik keberadaannya yaitu Yoghurt.
Fermentasi susu menjadi yoghurt dilakukan dengan bantuan bakteri asam laktat yaitu Lactobacilus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. L. bulgaricus adalah bakteri gram positif berbentuk batang dan tidak membentuk endospora. Dalam susu, L. bulgaricus akan mengubah laktosa menjadi asam laktat. Bakteri ini bersifat termodurik dan homofermentatif, dengan suhu optimum untuk pertumbuhannya sekitar 45oC. Kondisi optimum untuk pertumbuhannya adalah sedikit asam atau sekitar pH 5,5. S. thermophilus adalah bakteri gram positif berbentuk bulat, sering pertumbuhannya berbentuk rantai. Bakteri ini dapat diklasifikasikan sebagai bakteri homofermentatif dan termodurik dengan pH optimum untuk pertumbuhannya sekitar 6,5.5
Yoghurt mempunyai nilai gizi yang lebih tinggi daripada susu segar. Terutama karena meningkatnya total padatan sehingga kandungan zat-zat gizi lainnya juga meningkat. Selain itu, yoghurt sesuai bagi penderita lactose intolerance atau yang tidak toleran terhadap laktose.4
Enzim laktase berfungsi memecah gula susu (laktosa) terdapat di mukosa usus halus. Enzim tersebut bekerja memecah laktosa menjadi monosakarida yang siap untuk diserap oleh tubuh yaitu glukosa dan galaktosa.
Apabila ketersediaan laktase tidak mencukupi, laktosa yang terkandung dalam susu tidak akan mengalami proses pencernaan dan akan dipecah oleh bakteri di dalam usus halus. Proses fermentasi yang terjadi dapat menimbulkan gas yang menyebabkan kembung dan rasa sakit di perut. Sedangkan sebagian laktosa yang tidak dicerna akan tetap berada dalam saluran cerna dan tidak terjadi penyerapan air dari faeses sehingga penderita akan mengalami diare. Menurut the World Allergy Organization, reaksi sampingan non toksik terhadap makanan disebut hipersensitivitas, bukan alergi. Disebut alergi makanan jika mekanismenya melibatkan reaksi imunologi, yang dapat diketahui dengan pemeriksaan IgE. Adapun intoleransi makanan, merupakan hipersensitivitas non alergi terhadap makanan. Frekuensi kejadian intoleransi laktosa pada ras Kaukasia lebih sedikit/jarang dibandingkan pada orang Asia, Afrika, Timur Tengah, dan beberapa negara Mediterania, dan juga pada ras Aborigin Australia. Lima persen dari ras Kaukasia dan 75% dari yang bukan ras Kaukasia yang tinggal di Australia mengalami intoleransi laktosa.6



Walaupun terkenal tetapi yoghurt belumlah dapat di jangkau oleh semua lapisan masyarakat, bukan harga tinggi yang menjadi persoalan tapi karena proses pembuatan yoghurt yang dianggap rumit. Pemenuhan kebutuhan yoghurt dapat diusahakan pada skala rumah tangga, bahkan lebih jauh lagi pengelolaan yang baik dapat menjadikan ketrampilan yang ada menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan. Beberapa produk yoghurt yang ada di pasaran yaitu yoghurt susu sapi, susu kedelai, kecipir. Alat dan bahan yang dibutuhkan, bahan : susu ( sapi, kedelai, kecipir ) sebagai bahan baku yoghurt, gula pasir, susu skim, gelatin, lemon, starter. Alat : kompor, panci email, kayu pengaduk, gelas plastik, termometer. Tahapan dalam pembuatan yoghurt yaitu : perebusan, pendinginan, penginokulasian, dan pemeraman.7
Kini giliran kita untuk lebih memperhatikan kebutuhan gizi. Tidak hanya terpaku dengan bahan makanan yang sering dikonsumsi tatapi dapat juga menganekaragamkannya. Yoghurt merupakan hasil olahan susu yang diasamkan. Pengasaman ini membuatnya lebih mudah dicernakan. Porsi susu yang dianjurkan untuk anak-anak, ibu hamil dan menyusui sebanyak 1-2 gelas dalam satu hari. 1


Daftar Pustaka

1.Almatsier, Sunita. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama, 2001.
2.Untoro, Rachmi, dr. MPH. Si Putih Bergizi Lebih. Mediakom: Volume XII: Juni 2008. Di dalam : http://perpustakaan.depkes.go.id:8180/bitstream/123456789/1038/24/j%20MediakomXII-6-08%20Hal22-23.pdf.
3.MB, Arisman. Gizi dalam Daur Kehidupan. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC, 2003.
4.Wahyudi, Marman. Proses Pembuatan dan Analisis Mutu Yoghurt. Buletin Teknik Pertanian Vol. 11 No. 1, 2006 Di dalam : http://www.pustaka-deptan.go.id/publikasi/bt111064.pdf
5.Helferich, W. And D, Westhoff. 1980. All About Yoghurt. Prentice Hall, Inc., Englewood Cliffs, New Jearsey.
6.Badan POM RI, InfoPOM. Vol. 9, No. 1, Januari 2008
7.Haryoto, Susu & Yoghurt Kecipir. Yogyakarta : Kanisius, 1996.

05 Maret 2010

menetapkan tujuan

Hari ini 5 maret 2010…
ternyata masih diberikan anugerah kehidupan…
Alhamdulillah…

Hujan bagai terik, terik bagai hujan
Merasakan setiap hentakan langkah
Menikmati nikmatnya hembusan nafas
Diammu adalah berpikir, dan bicaramu selalu dengan mengingat Allah

Ada hal yang sebenarnya mengganggu pikiran saya akhir-akhir ini, hingga ingin saya hentikan langkah sejenak ( barangkali dengan tidak naik motor dan memilih berjalan kaki bisa menjadi alternatif jitu sejenak menikmati keindahan kota Semarang ) Kota eksotis yang kini menjadi pemalu untuk menunjukkan karakternya, yah semoga uang yang telah dihabiskan oleh para calon pemimpin untuk menuliskan kata-kata indah dalam wujud baliho dan poster tidak menjadi isapan jempol semata.

” Aku hanya terdiam, bersama pekatnya asap bus kota ”

Awal bukanlah akhir, Akhir bukanlah awal..

Hari-hari itu mungkin akan menjadi sesuatu yang akan selalu saya rindukan, Heroikisme ( benar ga ya tulisannya ) anak muda. Kiprah di HMIG dan ILMAGI kini telah tergantikan oleh mereka generasi hebat dibidangnya. Pengalaman organisasi yang begitu saya syukuri, meski dalam perjalanannya saya terkenal bandel dan kontroversial. Kini hanya terbesit sebuah harap, semoga langkah yang telah dijalani memberi kemanfaatan .Terima kasih untuk semuanya...
Hingga di saat injury time saya temukan rumusan masalah,

Seberapa berpengaruhkah soft skill dan hard skill dalam menuntun kehidupan seseorang ? Dan jawaban saya adalah 1% : 99%. Oke mungkin angka itu terlalu ekstrim ( 0,01 ), saya coba menyederhanakannya dengan perbandingan 0,05 saja, jadi sekarang ( 5 : 95 ).

Ada yang mau memberi tanggapan soal hal tersebut ?
Saya percaya hal tersebut, Jadi soft skill memang bukan segala-galanya tapi ”dia” bisa menjadi penentu untuk mendukung langkah-langkah yang berhubungan dengan hard skill.

So..., kemaslah hidup dengan lebih bijak, BERANI dan AKTUALISASIKAN

Bermula dari talkshow profesi gizi...

Begitu banyak yang telah terjadi, datang maupun pergi. Kakak angkatan yang satu demi satu menambahkan S.Gz di belakang namanya, Hingga kedatangan teman-teman angkatan muda dengan berbagai karakter... Sudah sejauh ini ternyata kapal itu mengarungi bahtera lautan yang luas. Bidang ilmu yang saya tekuni saat ini cukup unik, menarik dan menantang. Mengapa di atas saya tulis “bermula dari talkshow profesi gizi”, memang karena hal tersebut jua lah saya mengetahui perkembangan arahan profesi gizi di Indonesia. Ada suatu niat baik yang direncanakan oleh pejabat berkenaan dengan regulasi akan profesi gizi. Menurut saya regulasi diperlukan tapi apakah hanya itu tujuan akhirnya ? Bersyukur kalau akhirnya ada payung hukum tentang profesi gizi tetapi setelah itu ?

Hari ini semakin menantang...

Saya pandaipun tidak... Tapi saat ini saya ingin menentukan sikap, tentunya teman-teman khususnya teman-teman gizi juga berpikiran sama untuk menentukan arah kemana tujuan setelah ini. Ibu Ria dengan ide beliau berupa pendalaman gizi yang mengarah ke penyelenggaraan makanan, dan Ibu Sri Hastuti dengan semangatnya membawakan konsep-konsep Program Gizi Masyarakat...

Nah.. Kenapa profesi gizi di Indonesia hanya diarahkan ke gizi klinik saja...?
Kalo di Gizi tingkat S2 mengenal konsentrasi ketiganya... Berarti mungkin juga profesi diselenggarakan untuk ketiganya..( Klinik, Masyarakat dan Institusi )

Bagaimana kalau kita mensinkronkan konsep 5 : 95 diatas untuk membuka kunci masalah ini... Siapa lagi kalau bukan generasi muda yang mendobrak dan menciptakan inovasi-inovasi ?

Saya berpikir bahwa ini mungkin akan sulit dilakukan, karena banyak orang telah nyaman dengan kondisi yang ada. Apakah kita akan mendiamkan sesuatu yang berjalan di tempat ? Media massa kita kini sering mengekspos masalah-masalah gizi yang ada, pastinya alasan menarik popularitas semata ? tapi sebuah jambukan apa yang telah dilakukan dan dimana kita ? ”Indonesia peringkat teratas kebutaan di Asia ”.
Tetap ingin menjadikan regulasi sebagai solusi ? ( teman-teman bebas beragumentasi )

Yuk, kita buktikan. Kita buktikan kita bisa membawa perubahan... Perubahan ke arah yang lebih baik.

Bekali diri dengan kompetensi yang dibutuhkan, dengan tidak setengah-setengah. Dan Yakinkan diri bahwa kita berjuang untuk perbaikan gizi bangsa Indonesia. Untuk sekali lagi keluar dari titik nyaman dan bilang AYO !!!

25 September 2009

Gizi Peduli Indonesia

GIZI PEDULI INDONESIA
“ Better Nutrition for Better Nation “ “


Alhamdulillah… Terima kasih tiada terkira, akan semua rahmat dari Tuhan YME, karena GPI telah berlangsung dengan baik dan lancar. Sebelum berbicara panjang lebar, tentunya teman-teman bertanya, Apa sih GPI itu ? GPI dengan kepanjangannya Gizi Peduli Indonesia merupakan program kerja dari Departemen pengabdian Masyarakat yang di tenderkan di Organisasi Mahasiswa Gizi Kesehatan FK Universitas Brawijaya. Tentunya tidak lupa dengan sumbangsih dari anggota ILMAGI yang lain ( dari UIEU, UMS, UGM, IPB, UNDIP, UNHAS, dan UI ). GPI itu sendiri diadakan di Kota Malang pada tanggal 11-13 Juli 2009 kemarin. ” better nutrition for better nation” itulah tema GPI tahun ini. Sebuah kegiatan yang didedikasikan sebagai wujud peran aktif mahasiswa gizi untuk ikut berpartisipasi mensukseskan program pemerintah berupa Indonesia Sehat 2010. Memang tidak mencakup seluruh wilayah Indonesia, tetapi dari yang pertama ini diharapkan ada hikmah dan semangat yang bisa dipetik untuk semua yang terlibat di dalamnya, termasuk anda yang sekarang sedang membaca artikel ini. Kembali ke GPI, Hari pertama dibuka dengan begitu hebat, keramahan panitia, serta kerendahan hati universitas yang sedang berbenah menyambut Pimnas 2009 ini. Briefing kegiatan menjadi kegiatan terakhir sebelum para delegasi menuju tempat menginap, pekatnya malam dan dinginnya Malang saat itu tak akan terlupakan. Keriuhan permainan yang diikuti peserta dan panitia sedikit menghangatkan suasana dan mengakhiri cerita di hari pertama ini.
Minggu, 12 Juli 2009, 06.30 WIB bersiap berangkat menuju di lokasi kegiatan. Tepatnya di Perpustakaan kota Malang, di tempat ini akan diselenggarakan kegiatan pengukuran dan konsultasi gizi gratis. Pengukuran gizi berupa pengukuran berat badan ( BB ), Tinggi badan ( TB ), Lingkar lengan atas, (LILA), pengukuran kebutuhan energi dan ada juga pengukuran gula darah. Wihh...sesampainya dilokasi begitu terkejut. Warga Malang tumpah ruah di sana ( red. Orang-orang berbondong-bondong tidak serta merta ingin menghadiri acara kita, tetapi karena tiap hari Minggu di sekitar kawasan tersebut terdapat pasar rakyat ).
Lantas, bagaimana keadaan acara kita di perpus Malang. Sepertinya tidak akan semudah membalik telapak tangan untuk mengajak masyarakat berpartisipasi di kegiatan tersebut. Namanya bukan anak Gizi Indonesia kalau menyerah sampai di situ, dengan perjuangan keras akhirnya banyak warga yang tertarik menghadirinya. Semua petugas di posisi dengan tugas masing-masing. Cukup ramai dengan lebih dari 120 peserta dan kegiatan di Perpus Kota Malang berakhir ketika waktu menginjak pukul 11.00 WIB. Kegiatan di hari kedua ini diakhiri dengan kunjungan industri bakpao telo. Hari ketiga ( Inilah puncak acara ) diselenggarakan berbagai kegiatan di Dusun Kreweh Desa Gunungrejo Kecamatan Singosari kabupaten Malang. Adapun rangkaian kegiatan yang ada meliputi Lomba balita sehat, penyuluhan gizi kesehatan, Demo masak makanan pendamping ( MP ASI ) dan juga lomba kader. Sangat meriah, minat masyarakat untuk mengikuti kegiatanpun cukup besar. Semoga kegiatan yang ada dapat memberi manfaat untuk masyarakat pada umumnya dan juga kami sebagai mahasiswa gizi pada khususnya. Kegiatan di hari ketiga ini diakhiri dengan wisata kampus Universitas Brawijaya ( terutama di kampus Gizi Kesehatan ). Akhirnya seluruh rangkaian kegiatan Gizi Peduli Indonesia telah selesai, diakhiri dengan upacara penutupan yang cukup meriah. Gizi Peduli Indonesia hanyalah awal dari realisasi semangat dan cita-cita kita sebagai mahasiswa Gizi Indonesia. Masih terlalu dini untuk bersantai, Visi besar untuk Indonesia tercinta. Semoga kegiatan GPI bisa makin berkembang dari tahun ke tahun yang akan datang. Dengan harapan dapat memberi kemanfaatan yang makin optimal untuk semua.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendayagunakan semua potensi yang dimiliki untuk mensukseskan kegiatan Gizi peduli Indonesia 11-13 Juli 2009 Malang Jawa Timur.

Gizi Peduli Indonesia 2009
” Better Nutrition for Better Nation ”
” Change for Better ”

11 September 2009

Dia Sang Pelari

Dia Yang Ingin Berlari

Untuk apa kita berlari ? Hmmm...mungkin ada banyak jawaban untuk menjawab pertanyaan tersebut. Coba deh teman-teman sejenak mengunjungi tempat olahraga, kalo tidak sempat , coba jalan-jalan di dekat tempat tinggal kamu tiap akhir pekan. Tentunya akan kita dapati, orang-orang yang menikmati pagi dan sore di sela-sela rutinitasnya untuk melakukan olahraga yang satu ini. Berlari untuk menjaga kebugaran, untuk refresing, prestasi, atau bahkan profesi. Ada bermacam-macam motivasi untuk melakukan rutinitas lari. Begitu pula dengan kehidupan kita. " TARGET ", iya mengapa q menuliskan kata TARGET ? InsyaAllah setiap hari kita diberikan anugerah yang begitu hebat oleh Allah SWT. Berupa waktu 24 jam. Yuk flashback.. selama ni apa sih yang udah kita lakukan, apakah yang kita lakukan hanya kesibukan untuk membunuh waktu..? Ironis sekali... Tapi terkadang itu kita alami, q juga pernah merasakannya. Q sempat mencoba untuk menghabiskan waktu sehari q dengan mencoba sesuatu yang sangat berbeda dari rutinitas... Apa yang terjadi... Pengalaman baru q dapatkan. Satu yang q ambil hikmah... Tiap hari itu indah, Senyuman kecil di pagi hari bisa membuat waktu kedepan menjadi lebih indah. Kembali ke palari, Suatu sore, q nyempatin lari-lari di gelanggang olahraga di pusat kota semarang. Bisa dikatakan cukup rame.. Banyak atlet yang berlatih lari di sana ( red. atlet : untuklomba, prestasi ), Pelari itu q bayangkan sebagai kita yang menjalani kehidupan ini... Berlatih, berlatih, berlatih akan menempa kita menjadi orang dengan modal. Kalo motivasi si pelari tadi adalah memenagkan perlombaan.. Brarti dia harus berlari lebih da lebih cepat lagi ? Apakah selamnya seperti itu ? Coba teman2 renungkan.. Ada persaingan ? Dan apabila dia terkalahkan oleh atlet yang lain, apakah berarti kariernya berhenti sampai disitu..? Tentu tidak bukan, Motivasi harus selalu kita jaga, Target harus kita kemas, Cobaan itu akan selalu ada, Berat mungkin iya, Tapi apakah itu akan memadamkan semangat kita..? Teman-teman yang bisa menjawabnya sendiri... ( wind theory )

24 Mei 2009

Assalammualaykum wr.wb

Alhamdulillah, akhirnya jadi juga. Walau masih sederhana tapi cukup baguslah...

Bwat teman-teman yang telah mahir soal blog, mohon bimbngannya ya...

Posting Pertama !!!

Wassalammualaykum wr.wb